BALIKPAPAN–Badan Pengelola Hutan Lindung Sungai Wain (BP HLSW) dan DAS Manggar, akhirnya merampungkan gedung yang dijadikan posko penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Posko yang berada di kawasan Agrowisata Jl Soekarno-Hatta Km 23, diresmikan langsung Wakil Wali Kota HM Rizal Effendi SE, Selasa (29/12) pagi.

Turut menyaksikan peresmian gedung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan tersebut, Kapolresta Balikpapan AKBP A Rafik, Dandim 0905 Balikpapan Letkol Inf Rifky, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemkot Drs H Syahrumsyah Setya MSi, Kepala Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan (DTKP) H Chaidar Chairulsyah, Direktur BP HLSW dan DAS Manggar Purwanto dan beberapa tamu undangan lainnya.

Peresmian ditandai dengan pembukaan kain yang menyelubungi papan nama gedung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan HSLW maupun DAS Manggar, oleh Wawali Rizal Effendi. Usai peresmian, juga dilakukan simulasi pemadaman kebakaran oleh pejabat muspida mapun petugas, yang lokasi tepat berada di depan gedung.

“Di posko ini ada lima unit kendaraan penanggulangan bencana kebakaran, empat diantaranya berupa kendaraan pikap. Sedangkan satunya lagi berupa mobil pemadam kapasitas 5.000 liter air,” ujar Direktur BP HLSW dan DAS Manggar, Purwanto. Sementara itu, Wawali Rizal menuturkan bahwa di Balikpapan setiap tahunnya selalu menghadapi bencana kebakaran yang datang secara rutin rutin .

Diantaranya bencana angin puting beliung, banjir, tanah longsor dan kebakaran hutan, lahan dan rumah. Ketika semua bencana itu sudah ada dan sudah terdeteksi, maka seharusnya masyarakat dan petugas sudah bisa mengatasi dan mengendalikannya dengan membuat suatu sistem penanggulangan yang terpadu seperti yang diresmikan saat ini. “Sistem penanggulangan kebakaran hutan harus lebih terencana dengan baik.

Dan saya menyambut baik terhadap upaya yang dilakukan oleh BP HLSW dan DAS Manggar yang telah menerencanakan sejak lama melalui pembangunan pusat penangulangan kebakaran hutan dan lahan ini,” ungkap Rizal. Namun, kata wawali, terkadang masyarakat lalai dan belum memiliki standar operasional prosedur (SOP) dalam penanganan bencana.

Apabila bencana tersebut dapat kita kendalikan dan waspadai, maka segala bentuk kerugian dan bahaya juga dapat ditanggulangi. Penanggulangan bencana alam saat ini tidak hanya terjadi di Kota Balikpapan, hampir seluruh dunia juga merasakan akibat dari perubahan iklim atau climate change.

Salah satu penyumbang pemanasan global adalah meningkatnya jumlah kadar karbon gas rumah kaca, terutama yang berasal dari pembukaan hutan dan membakar lahan serta kebakaran hutan sendiri. “Oleh sebab itu, penanganan asap akibat kebakaran hutan, adalah salah satu upaya membantu masyarakat dunia dalam mengurangi pemanasan global.

Saya melihat, kegiatan ini sangat baik dan strategis sekali untuk penanganan kerusakan hutan dan lahan mengantisipasi kepunahan keanakeragaman hayati yang lebih parah,” terang Wawali Rizal. Lebih lanjut dia memaparkan, HLSW dan DAS manggar merupakan dua kawasan hutan yang sangat strategis bagi Kota Balikpapan.

Selain memiliki fungsi yang cukup penting bagi kehidupan kota sepert tata air, kedua kawasan ini juga memiliki fungsi perlindungan flora dan fauna. Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan harus ditangani bersama, sejak dari mulai adanya titik api harus sudah ditangani secara serius jangan sampai melebar.

“Saya berharap dengan adanya gedung ini upaya mengantisipasi dan mengendalikan bahaya kebakaran hutan dan lahan akan lebih baik. Dan masyarakat sekitar menjadi kunci utama dalam mengurangi bahaya kebarakan,” pesan Wawali Rizal. Usai seremoni peresmian, rombongan langsung melanjutkan acara dengan makan siang bersama di kantor BP HLSW dan DAS Manggar yang lokasinya bersebelahan dengan posko pananggulangan kebakaran.

Tak berlangsung lama, rombongan mengakhiri kegiatan dengan melakukan kunjungan ke kebun rambutan yang sedan panen. “Kalau hutan kita asri dan penuh dengan tumbuhan semacam ini kita juga yang menikmatinya. Hasilnya bisa dipetik, perubahan iklim juga bisa teratasi,” celetuk Dandim Rifky sembari memetik buah rambutan.(die)

Link: http://www.metrobalikpapan.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=28208
Sumber: Metro Balikpapan
Tanggal: Rabu, 30 Desember 2009 , 09:50:00

Beri Komentar - Add A Comment

*
Login with Facebook: