Macan Dahan Kalimantan

Penulis: sungaiwain - tanggal 23 May 2011 0 komentar

MACAN DAHAN KALIMANTAN

Macan Dahan KalimantanStatus konservasi: Rentan

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Carnivora; Famili: Felidae; Upafamili: Pantherinae; Genus: Neofelis Gray, 1867; Spesies: N.  diardi; Nama binomial : Neofelis  diardi (G. Cuvier, 1823)

Macan dahan Kalimantan (Neofelis diardi) atau Macan dahan Sunda, adalah kucing liar berukuran sedang yang ditemukan di Kalimantan dan Sumatera. Pada tahun 2006, ia diklasifikasikan sebagai spesies terpisah dari kerabat sebenuanya, Neofelis nebulosa. Nama Bornean Clouded Leopard (Macan Dahan Kalimantan) diterbitkan oleh WWF pada 14 Maret 2007, mengutip Dr. Stephen O’Brien dari U.S. National Cancer Institute. Tahun 2008, IUCN mengklasifikasikan sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan, dengan perkiraan populasi kurang dari 10.000 individu dewasa di alam.

Karakteristik

Macan Dahan Sunda adalah kucing terbesar yang ada di Kalimantan, dengan badan yang kekar memiliki berat antara 12-25 kg dan panjangnya seiktar 90 cm. Gigi taring panjang dua inci, secara proporsional terhadap tengkoraknya adalah gigi taring terpanjang dibanding kucing-kucing yang masih ada. Ekornya dapat tumbuh sepanjang tubuhnya, membantu keseimbangan tubuhnya. Pola bulunya berupa oval tak beraturan dengan sisi tepi hitam, dan di dalamnya ada titik-titik hitam (yang menyebabkannya lebih gelap daripada macan dahan Malaya).

Pada lapisan rambut pada tubuhnya terdapat tutul-tutul yang konon berbentuk mirip awan, yang memberinya nama clouded leopard. Meski para ilmuwan telah mengetahui keberadaannya sejak awal abad ke-19, ia diidentifikasi sebagai spesies yang terpisah tersendiri pada tahun 2006, karena sebelumnya dianggap sebagai subspesies dari Macan dahan (Neofelis nebulosa).

Penyebaran

Kemungkinan macan dahan Kalimantan hanya terdapat di pulau Kalimantan dan Sumatera. Di Kalimantan, dapat ditemui di hutan hujan dataran rendah dan dalam kepadatan yang lebih rendah di hutan tebang dengan ketinggian 1.500 m (4.900 kaki). Di Sumatera tampaknya mereka ada lebih banyak di daerah perbukitan dan pegunungan.

Film dokumentasi pertama tentang kucing ini diambil pada Juni 2009 di Sabah.

Dulunya spesies ini dapat ditemui di Jawa, tapi tidak ada catatan yang menunjukkan keberadaan mereka sejak zaman Neolitikum.

Prilaku

Kebiasaan macan dahan Kalimantan tidak banyak diketahui karena sifat alaminya yang penuh rahasia. Perkiraan umum adalah mereka adalah makhluk penyendiri (soliter). Macan dahan Kalimantan kebanyakan berburu di permukaan tanah dan menggunakan keahliannya memanjat untuk bersembunyi dari bahaya.

Macan dahan adalah hewan nokturnal yang aktif berburu di malam hari. Hewan ini banyak menghabiskan waktunya di atas pohon dan dapat bergerak dengan lincah di antara pepohonan.

Mangsa macan dahan terdiri dari aneka satwa liar berbagai ukuran seperti kera, ular, mamalia kecil, burung, rusa, Orang utan, babi dan bekantan. Macan dahan menggunakan lidahnya untuk membersihkan bulu-bulu sebelum memakan mangsanya.

Macan dahan kalimantanSejarah Taksoni

Macan dahan Kalimantan tidak berkerabat dekat dengan macan tutul. Spesies ini dinamakan Neofelis diardi untuk menghormati naturalis dan penjelajah Prancis Pierre-Médard Diard; pada abad ke-19 Felis diardii merujuk Macan Dahan/Macan Dahan Kalimantan, atau dalam bahasa sehari-hari “Kucingnya Diars”. Nama setempat, “Macan Dahan” dalam Bahasa Indonesia dan “Harimau Dahan” dalam Bahasa Melayu.

Sejarah Evolusi

Analisa genetik Neofelis nebulosa dan Neofelis diardi memperkirakan bahwa kedua spesies memisahkan diri 1,4 juta tahun yang lalu, setelah satwa-satwa ini melintasi dan akhirnya Kalimantan terpisah dari benua utama Asia.

Pelestarian

Karena sifatnya, macan dahan Kalimantan sulit untuk dipelajari. Jumlah populasi mereka tidak diketahui secara pasti. Namun, kajian dan pengambilan film terbaru (Dr Robert Martin) memerkirakan populasinya sekitar 5.000 dan 11.000 kucing besar tersisa di Kalimantan, dan 3.000 hingga 7.000 di Sumatera. Di negara-negara tempat kucing ini berasal, perburuan macan dahan merupakan kegiatan yang dilarang.

Karena hilangnya habitat hutan, populasi yang terus menyusut dan penangkapan liar yang terus berlanjut untuk diambil bulunya, konsumsi, dan obat-obatan tradisional di beberapa negara, macan dahan dievaluasikan sebagai spesies yang rentan di dalam IUCN Red List. Spesies ini didaftarkan dalam CITES Appendix I.

Referensi

Http://id.wikipedia.org/wiki/Macan_dahan

Http://id.wikipedia.org/wiki/Macan_Dahan_Kalimantan

Payne, J.,Charles M. Francis, Karen philipps, sri Nurani kartikasari. 2000. Buku Panduan Lapangan Mamalia Di Kalimantan, Sabah, Serawak & Brunei Darussalam. Bogor. Indonesia.

Beri Komentar - Add A Comment

*
Login with Facebook: