Hutan Lindung Sungai Wain Sajikan Berbagai Jenis Hutan

Inilah lokasi pelesir yang pas bagi yang suka berpetualang menyusuri hutan, Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW). Lokasinya pun mudah dijangkau, hanya berjarak sekitar 15 kilometer dari Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

AGUSTUS tahun lalu, HLSW menjadi bahan pembicaraan setelah hilangnya wisatawan asal Ceko Jindra Bromova. Perempuan berusia 48 tahun itu akhirnya ditemukan di kawasan mangrove empat hari kemudian. Dia tersesat setelah nekat berjalan sendirian menyusuri hutan tersebut tanpa didampingi staf HLSW.

Bisa jadi, Jindra terlena menikmati uniknya kawasan hutan tersebut sehingga tanpa sadar telah berjalan jauh dari base camp staf HLSW. Kawasan itu memang menyajikan berbagai jenis hutan, mulai rawa terbuka, hutan rawa air tawar, hutan sungai, hutan dipterocarpa dataran rendah yang lembap, hingga hutan dipterocarpa perbukitan kering yang memiliki spesies pohon dengan karakteristik berbeda di setiap tipe.

Secara umum, HLSW termasuk hutan hujan tropis. Luasnya sekitar 9.782 hektare. Karena jaraknya dekat dengan kota, menuju lokasi itu pun cukup cepat. Dari Bandara Internasional Sepinggan, hanya diperlukan sekitar 45 menit.

Namun, itu baru sampai di bagian luar kawasan hutan, tepatnya di Pos Ulin, tempat penjagaan utama HLSW. Untuk menikmati kekayaan hutan yang masih perawan tersebut, perlu berjalan kaki selama empat jam menuju ke bagian primer hutan. Jika beruntung, wisatawan yang menyusuri hutan itu bisa melihat hewan-hewan yang tinggal di dalamnya, seperti orangutan, owa, lutung dahi putih, dan beruang madu.

Sebaiknya, mulai penelusuran itu saat pagi untuk memperbesar peluang mendapatkan pengalaman langka melihat langsung binatang-binatang. “Dalam sebulan saya keluar masuk hutan, paling hanya lima kali melihat beruang madu,” ungkap Fitri, staf Litbang Unit Pelaksana Badan Pengelola HLSW yang menemani ke kamp Djamaludin.

Untuk menelusuri HLSW, titik awal terbaik adalah mulai dari waduk Sungai Wain. Air waduk itu sehari-hari dimanfaatkan untuk keperluan penghuni perumahan karyawan Pertamina.

Arus air sungai itu tidak deras dan cukup jernih. Rasanya juga masih tawar. Panjang sungai tersebut mencapai 18.300 meter. Di HLSW, selain DAS Sungai Wain, ada DAS Sungai Bugis. Air Sungai Bugis lebih jernih, kendati beberapa tahun lalu tercemar akibat kebakaran hutan.

Dari waduk tersebut, perjalanan berlanjut dengan melewati hutan rawa. Jalan masuknya adalah jembatan kayu ulin sepanjang 400 meter. Dilanjutkan perjalanan menyusuri hutan berbukit.

Begitu memasuki kawasan hutan, udara lembap namun segar langsung terasa. Cuaca agak gelap karena cahaya matahari terhalang rimbunnya pohon-pohon yang cukup tinggi. Orkestra alami pun langsung terdengar. Kicauan burung, suara gareng pung, dan jangkrik bersautan.

Vegetasi hutan itu didominasi kayu-kayuan, seperti bangkirai, kruing, ulin, dan meranti. Ada juga gaharu, pasak bumi, dan pohon bawang. Buah-buahannya berupa jambu-ambuan, durian, dan cempedak.

Jika menyusuri hutan tersebut saat musim hujan, disarankan mengenakan sepatu bot. Tujuannya menghindari pacet atau lintah yang menempel pada kaki dan menyedot darah. Selain itu, jalur hutan sering terhalang ranting pohon berduri. Jika tidak hati-hati dan konsentrasi, tangan atau bagian tubuh akan terluka.

Setelah berjalan satu jam, tibalah di kamp 1. Sinyal handphone menghilang. Kamp itu telah lama ditinggalkan dan jarang ditinggali para peneliti untuk mengambil data dari hutan. Sebagian juga telah rusak ditabrak orangutan atau babi. Namun, perjalanan masih panjang. Masih ada kamp 2 dan terakhir adalah kamp Djamaludin. (jpnn/ruk)

Tanggal:  Minggu, 22 November 2009
Penulis: Thomas Priyandoko, Balikpapan
Tautan: http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=101667

If you enjoyed this post, please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.
This entry was posted on Sunday, 22 November 2009 and is filed under Kabar. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Hutan Lindung Sungai Wain Sajikan Berbagai Jenis Hutan”

  1. Adjhenkhime Bffwaf on 23 February 2010 at 8:14 pm

    Ak mw tax yg melatar blakangi berdirinya HLSW dan KW PKLH km 23 it apa seh?

Leave a Reply

Blogroll

Arsip

Community

Sudah jadi anggota?
Login
Login dengan Facebook:
Pengunjung terakhir
view more...
Powered by Sociable!

RSS Kabar Sungai Wain

Sungai Wain, Balikpapan

BP-HLSW

Jl Soekarno-Hatta Km. 23 Komplek KWPLH Balikpapan 61010 Kalimantan Timur